Yuusha Isagi no Maou Hanashi Vol 2 Chapter 4 Bahasa Indonesia

Mode gelap
Volume 2 Chapter 4 -  Kisah Kandidat Raja iblis <Yoshinobu>.


Ketika Isagi mendengarkannya, sepertinya itu adalah cinta pada pandangan pertama.

Meskipun dia sederhana, patuh, dan tidak menonjol. Dia adalah anak yang lembut.

Tidak berarti dia adalah anak yang lucu.

Jika dia berada di kelas, dia akan terlihat seperti gadis yang pada waktu istirahat akan selalu membaca bukunya di kursinya di belakang kelas.

Itulah kesan yang dia dapatkan darinya, katanya.

[Huuu ~ h]

[It, itu sebabnya senpai .....]

Pada saat Yoshinobu lelah karena latihan ilmu pedang, dia membawa handuk padanya atau begitulah kata Yoshinobu.

Di sini, dengan demikian dia mengulurkan tangan padanya.

Dia bahkan tidak peduli apakah itu hanya tugasnya, kata Yoshinobu.

Karena itu ia jatuh cinta padanya dalam pandangan pertama, katanya.

[Jadi begitu]

[Kumohon! Tolong buat aku dan gadis itu menyatu!]

[Hmm, sesuatu seperti itu ....]

Mengapa kau tidak melakukannya sendiri? Isagi ingin mengatakannya.

Melihat Yoshinobu yang menggigit bibir bawahnya dengan sekuat tenaga dan memiliki wajah yang tampak seperti dia akan menangis, dia berhenti.

Begitulah.

Jika pria ini adalah seseorang yang memiliki keberanian untuk berbicara dengan seorang gadis, maka sejak awal dia tidak akan membahasnya dengan Isagi.

Atau lebih tepatnya, itu sudah membuatnya mengumpulkan banyak keberanian untuk berkonsultasi dengan Isagi.

[………… aku mengerti. Ini untuk Yoshinobu]

[Terima kasih Senpaaiiiiiiiii!]

Ketika Yoshinobu mencoba untuk memeluk di sini, Isagi segera menghindarinya.

Dia (TL: Isagi) tidak bisa melupakan pengaturannya.

Dia adalah kandidat raja iblis. Dan dia disini adalah Neetriper.

[Kau bodoh. Jika kau memelukku dengan seluruh kekuatanmu, aku akan mati. Benar? Kau bisa melakukannya, ketika kau bisa mengendalikan kekuatan mu sendiri. Kau tahu. ....]

[M, maaf! Fuhihihi!]

Tawa Yoshinobu tampak bahagia.

Senyum itu entah bagaimana membuat Isagi merasa seperti menunjukkan tanda sesuatu yang jahat.

Apakah ini sungguh akan baik-baik saja.

Dengan cepat, mereka berjalan di sekitar halaman.

Sepertinya mereka segera menemukan orangnya.

[Ah, itu gadis itu, senpai]

Di depan tempat Yoshinobu menunjuk, ada dua gadis yang sedang membersihkan jendela.

Yang pertama adalah putri elf, Rimino.

Dia berdiri tegak dengan rambut hijau diikat di belakangnya.

Bahkan dari jauh, wajah cantik itu tampak bersinar.

Hari-hari ini penampilannya memiliki bayangan seperti pertama kali dia berada di tempat ini dan juga senyuman di wajahnya menonjol

Akhirnya, ada gadis selain Rumino.

Lagipula Yoshinobu tidak menunjukkan perilaku seperti itu.

Jika seperti itu maka mau tidak mau, tidak ada yang lain selain itu.

Seorang gadis dengan rambut hitam panjang.

Tapi gadis itu, bagaimana aku harus mengatakannya, ummm.

Dia adalah anak perempuan dari ras Goblin.

Dia memiliki kepala seperti anak ogre.

Meskipun itu adalah pilihan yang tidak biasa ……….

Tidak, Isagi sudah mengharapkannya.

Setiap orang memiliki penilaian penampilan mereka sendiri.

[……. Apakah begitu. Itu bagus, eh. Kulit hijau itu. Mungkin rasanya lembut]

Saat Isagi bergumam, Yoshinobu memiliki wajah seperti orang bingung.

[Haah? Apa yang kau katakan senpai. Bukan itu. Gadis manis di sana, kau tahu]

Yang ada di arah yang ditunjuknya adalah.

Ya.

Itu Rimino.

[……]

Tanpa sadar Isagi tetap diam.

Isagi tidak berpikir bahwa ini akan terjadi.

Ini masalah ....

Yang cukup rumit .....

 Ia sangat ingin menolak hal ini.

Rimino sangat berharga. Dia adalah seseorang yang seperti imouto baginya.

Di Dunia ini, dia adalah satu-satunya orang tahu tentang Isagi.

Meskipun Isagi berpikir bahwa Yoshinobu bukan orang jahat, meskipun begitu dia sangat enggan tentang ini.

Tetapi, jika dia memikirkannya tanpa memikirkan cinta, ini tidak seburuk itu.

Yoshinobu, sebagai Kandidat Raja Iblis maka dia seharusnya akan tinggal di istananya.

Jika begitu, maka Isagi akan dapat mempercayakan Rimino ke Yoshinobu, dan Isagi akan dapat melakukan perjalanan sendirian.

Dia juga akan dapat membuat kemajuan dalam melakukan quest.

Namun.

Bagaimana pun juga, Rimino akan berpikir bahwa Isagi membuangnya.

Akankah Yoshinobu bisa menjadi pilihan hatinya?

Saat ini, Rimino, yang baru saja terkejut karena kegembiraan reuni mereka, akankah dia akhirnya memilih Yoshinobu?

Bagaimana jika Isagi menyuruh Rimino pergi dengan Yoshinobu, wajah apa yang akan dia buat.

Itu adalah sesuatu yang terlalu kejam untuknya.

Hanya beberapa saat dia memikirkan banyak hal.

Isagi mengerang.

[Aah .... begitu ya, jadi dia eh, Yoshinobu]

[Fuhehehehe, itu benar. kau tahu itu sebenarnya .....]

Isagi yang menutupi dahinya.

Jadi di sisinya ada Rimino yang membawa ember, tersenyum sambil melambaikan tangan kearahnya.

(..... eh?)

Tapi, Yoshinobu yang masih tersenyum dan tersenyum.

Arah yang dia tuju masih sama.

[……… .hmm? Bukankah itu Rimino?]

[Hah? Apa yang kau katakan]

Apakah kau bodoh Yoshinobu memberi wajah seperti itu.

[Tidak mungkin Rimino-san cocok dengan ku, benar jika kau berpikir normal tentang hal itu. Orang yang berkilauan seperti itu akan membuat mataku hancur jika aku melihatnya dengan mata telanjang lho. Orang seperti itu adalah 『Otaku menyeramkan". "Bisakah kau tidak berbicara dengan ku? 』Seperti itu,
Dia adalah orang yang sempurna untuk memberi ku cemoohan, dengan mata dingin, kau tahu]

[O, ooh]

Dia mundur karena semangat itu

[Itu yang itu, di sana]

[..... Hmm?]

Jika seseorang melihat dari kanan pada posisi Isagi, itu menjadi bayangan Rimino dan dia tidak bisa melihatnya.

Tidak, meskipun dia memang melihatnya. Namun, dia tidak pernah berpikir bahwa yang dimaksud adalah gadis itu.

Un sho ~, Un sho ~, seperti itu.

Penampilannya adalah seseorang yang melakukan sesuatu dengan sangat keras, ada seorang gadis yang sedang menyikat lantai.

Dari penampilannya yang sungguh-sungguh, sampai-sampai orang yang melihatnya terkejut.

Keringat tersebar di kulit gelapnya.
Seperti yang dikatakan Shinobu, dia tentu saja bukan gadis yang imut.

Rambutnya juga hampir tidak mendapatkan perawatan apa pun.

Jika dibandingkan dengan Dyutyu atau Rumino maka itu seperti siang dan malam

Jika dia melakukannya dengan buruk, mungkin di kelas lebih cepat menghitungnya dari bawah.

Begitulah polosnya gadis itu.

Dia masih terlihat seperti gadis yang menyebut ayahnya sebagai Papa.

Dia masih tampak percaya pada Santa Claus. (TN: Dijepang kalau masih percaya Santa Claus lu dianggap bocah)

Dia sepertinya cocok untuk membawa ransel di punggungnya.

Dia sepertinya cocok baginya untuk mengenakan pakaian renang sekolah yang memiliki plat nama didadanya….

Kemarahan Isagi perlahan menjadi dingin.

[Yoshinobu]

[Haa, Haa. …… Whaa, gadis yang manis sekali ……"

"…… eh, ah apa itu?]

[Gadis itu, berapa usianya?]

[Eh, umm, aku juga tidak tahu .....
Yah, mungkin usianya sekitar 10 tahun, kan? Ini usia yang tepat untuk menikah. Aku ingin lebih dekat dengannya. Aku ingin bermain bersama dengannya ..... Dyufufuu ……]

Apa yang orang ini katakan ……

Isagi terkejut.

Itu terlalu menjijikkan.

Ini merupakan pelanggaran hukum perlindungan anak. (TN: Lolicon detected, Polisi polisi)

Sangat membenci melihat wajah yang terlihat seperti dia merasa tidak melakukan kesalahan.

... Ini adalah atribut Kandidat Raja Iblis eh.

Isagi gemetar ketakutan.

Sebelum pergi ke tempat tidur, pada saat itu mereka memanggil Rimino ke kamar mereka untuk mengkonfirmasinya.

[Ah, Lolishia-chan? Yap, dia 10 tahun seperti yang terlihat]

Dia bilang begitu.

Dengan teori ini bahwa dia sebenarnya sudah seorang Lolibaba (Loli-nenek).

Namun untuk berpikir bahwa namanya adalah Loli juga.

Apa yang akan terjadi jika dia adalah -nenek, jadi Isagi memikirkannya sedikit.

Tiga orang mengumpulkan kursi ke arah tengah ruangan.

Duduk di seberang Yoshinobu, adalah Isagi dan Rimino yang duduk dalam barisan adalah hal yang biasa.

[Anak seperti apa dia?] - isagi

[Umm, jika aku ingat dengan benar. Awalnya dia adalah seorang anak dari kota Minfest. Meskipun setelah tempat itu diserang oleh petualang, dia melarikan diri dari rumahnya. Ayah dan ibunya sama-sama meninggal karena lukanya saat itu lho. Dan sekarang dia sendirian. Tapi, dia anak yang baik lho. Dia selalu melakukan yang terbaik]

Kota Minfest adalah, tanah benua gelap yang diserang oleh ras Manusia beberapa tahun yang lalu

Kota pelabuhan Putaran Hitam.

Kota Bellfest. Kota mintfest.

Dan kemudian kota komersial Relkus.

Keempat kota itu, itu adalah empat kota di bagian selatan benua gelap yang dicuri oleh para petualang manusia

[Sungguh malangnya .....]

Yoshinobu membuat wajah sedih.

Meskipun karena nadanya, keseriusan tentang hal itu menjadi redup.

[Sebenarnya, ini untuk Yoshinobu, kau tahu.] - Isagi

[Hmm] -Rimino

[Tampaknya dia mengincar gadis itu lho] -Isagi

[Eh ……] -rimino

Dan dengan demikian Rimino tiba-tiba memadamkan ekspresinya.

Apakah mungkin Isagi mengatakan sesuatu yang aneh?

Gadis itu menganggukkan kepalanya dengan suara yang kaku.

[Aku mengerti]

[Hmm?]

[Heh?]

Kedua bocah itu mengejapkan mata.

Rimino meletakkan tangannya di perutnya, dan kemudian membungkuk di tempat itu.

[Yoshinobu-sama. Karena Aku akan mempersiapkan "yotogi", harap tunggu sebentar] (TN: Silahkan googling:v)

Dia berniat meninggalkan kamar.

[Yo, yotogi !?]

Yoshinobu terkejut.

Isagi yang mencoba menghentikannya dengan panik.

[Wai, tunggu sebentar Rimino. Bukan sesuatu seperti itu, bukan sesuatu seperti itu]

[Eh, bukan?]

Dia yang berbalik, membuat ekspresi yang tampak lega.

Isagi mengalihkan pandangannya ke Yoshinobu dengan mata setengah terbuka.

[........ Itu salah, kan?]

Yoshinobu yang mengayunkan kedua tangannya dengan panik.

[Aku, aku bahkan bermain eroge kontra-absolutisme! Aku tidak suka sesuatu seperti skenario-kasar oke! Aku ingin memulai cinta plantonik* lho!] (TN: Cinta tanpa hasrat seksual)

[EROge- …… ..?]

Rimino memiringkan kepalanya ke samping tetapi.

[Yah terserahlah. Tapi terima kasih tuhan. Rimino, punya posisi penting di antara pelayan, kan, aku yang harus memerintahkannya untuk melakukan itu. Tapi tahukah Kau, Rimino selalu menjaga tubuhnya agar tetap murni dengan sekuat tenaga bukan? Onii Chan]

[Tapi Aku tidak tahu]

Dia tidak pernah memeriksanya.

…… bahkan jika dia memeriksanya, dia akan bermasalah.

[Meskipun Rimino benar-benar tidak ingin melakukannya, untuk mengatakan itu kepada seorang gadis yang lebih muda dari Rimino sedikit, benar]

Ehehe, jadi dia tertawa.

[Sekarang kau mengatakannya di kastil ini, setiap orang penting adalah hak perempuan]

Dyutyu, Ira, Shirbenia.

Meskipun di antara itu (perempuan penting) harus ada beberapa yang dipilih karena perilaku di antara sesama perempuan, tetapi tampaknya gadis-gadis itu berbeda.

[Ya. Tapi semua Kandidat Raja Iblis  adalah laki-laki. Benar? Seperti yang diharapkan, itu akan menjadi sesuatu seperti itu, eh, atau begitu pikir Rimino. Tetapi untuk berpikir bahwa Onii-chan akan menjadi orang yang memberitahunya tentang hal itu, itu tidak terduga …………]

[Aku senang bahwa kesalahpahaman ini berakhir ......]

Tapi itu benar.

Rimino dan yang lainnya berada pada posisi di mana mereka tidak dapat menolak jika Kandidat Raja Iblis menginginkan mereka.

[Tentunya tidak apa-apa, bahkan setelah ini. Aku pikir Shuu tidak akan pernah melakukan hal seperti itu] -Isagi

[Tidak, kau tidak mengerti. Seseorang seperti dia secara adalah seseorang yang sebenarnya adalah pecinta seksual lho] - Yoshinobu

[Kau punya terlalu banyak prasangka pada orang yang ganteng, kataku] -Isagi

Shuu adalah orang suci. Meskipun dia hanya seorang siswa SMA, dia terlalu baik untuk seorang manusia.

Jenis yang tidak akan mendiskriminasi siapa pun, seorang Ikemen sejati.

Meskipun dia mengatakan bahwa jika Yoshinobu mencoba bergaul dengan Shuu maka tidak apa-apa, dia dengan sungguh-sungguh ingin mencobanya.

Baginya, Riajuus adalah musuh.

Dikatakan bahwa jiwanya sakit.

Meskipun Isagi tidak begitu mengerti.

[Aku pikir jika ada seseorang yang akan melakukannya maka itu adalah Ashikaga ……. ] - Isagi

Dia tidak terlihat seperti tipe yankee yang terlalu tertarik pada perempuan.

Sendirian. Dia tampak seperti seorang penyair dari era Showa.

Berpikir jika dia bisa Isagi ingin bergaul dengannya, tetapi dia tidak bisa mendapatkan kesempatan.

Namun, ketika mengurangi kesan itu dalam pikiran, penampilan Rimino terlalu menarik.

Jika Yankee memerintahkan Rimino untuk melayaninya ……… ..

Dia tidak benar-benar ingin memikirkannya.

Ketika Isagi memikirkan hal seperti itu, Rimino bertindak genit.

[….. Onii Chan. Itu sebabnya sebelum itu, dia pikir lebih baik memakannya dengan cepat lho ~] - Rimino

Gadis itu perlahan mulai mengangkat rok celemeknya.

Isagi menghentikannya dengan kedua tangan.

Yoshinobu membuat wajah yang benar-benar sedih.

[kesampingkan itu sekarang kita berbicara tentang Yoshinobu lho] - Isagi

[Ya. Menunjukkan milikmu yang menggoda tepat di depanku, itu membuatku hampir mati dalam kemarahan, kau tahu] - Yoshinobu

[Kau ~] - Rimino

Rimino duduk di kursinya.

Dia berpikir keras sambil mengelus bibirnya.

[Tetapi jika seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Untuk sekarang, bisakah kita menjadikan Lolishia sebagai pelayan pribadi Yoshinobu-sama mulai besok?] - Rimino

[Eeh! Hal seperti itu, sangat mendadak. Tidak, tidak, tidak, itu tidak mungkin!] - Yoshinobu

[Lalu apa yang harus kita lakukan] - Rimino

[It, itu eh .... sesuatu, seperti, tentu saja kita berdua akan jatuh cinta, atau semacam rencana yang bagus .... ] - Yoshinobu

[Lakukanlah sendiri ...] - isagi

[He ~ y he ~ y, itu mungkin mirip dengan Rimino dan Onii-chan?] -Rimino

Rimino yang tersenyum manis.

Kedua bocah itu mengabaikannya.

Pertama, Isagi tidak terlalu baik dengan hal semacam ini.

Cinta pertama Isagi adalah Plea.

Saat ini, ia berada dalam kondisi di mana ia tidak tertarik dengan siapa pun sebagai cinta dalam seluruh hidupnya.

Dia memiliki pengalaman yang kurang sehingga tidak ada harapan.

Hal yang bisa dipikirkannya adalah.

[..... Kalau begitu, mari kita beri dia hal tentang yoshinobu yang baku, lalu Rimino beritahu tentang hal itu kepada Lolishia-chan, bagaimana dengan itu? sepertinya saling mengenal itu penting kan] -Isagi

[bukankah itu terlalu rumit~] - Rimino

Rimino memiringkan kepalanya ke samping.

Tentu saja, atau lebih ia juga memikirkannya.

Tapi tanpa disangka Yoshinobu bersemangat tinggi.

[Itu bagus! ayo lakukan itu!]

[Apakah kau serius]

[Lolishia-chan yang dilindungi dari jauh olehku, tanpa sadar kemudian dia menyadari orang yang melakukan itu dengan matanya sendiri, sehingga dia akan melihat cintanya ..... bagus, bagus, bagus sekali, romantis, ……. Dyufufu .....!]

Rimino menggeser kursinya sedikit, dan mengambil jarak dari Yoshinobu.

Mungkin mimpi Yoshinobu adalah  untuk dibenci olehnya adalah satu langkah lebih dekat.

[... Baiklah, untuk sekarang, mari kita lakukan itu oke?]

[Okee!]

Yoshinobu juga bersemangat tinggi sehingga tidak bisa membantu.

Rimino datang membawa kertas dan pena bulu.

[Yap, sudah siap]

Seperti yang diharapkan untuk putri ras Elf.

Dia mampu melakukan sesuatu seperti membaca dan menulis tanpa masalah.

[Lalu Yoshinobu, berikan padanya tentang hal-hal baikmu]

[Aah, serahkan padaku!]

* Sip * Yoshinobu mengangkat ibu jarinya.

Dia semua tersenyum.

[Ummm benar ……]

Namun demikian.

Secara bertahap senyum itu memudar.

Dia menggerakkan jarinya di ruang kosong.

Rimino menatap Yoshinobu dengan heran.

Isagi yang mengawasi mereka sambil meletakkan dagunya di tangannya, mungkin dia menyadarinya.
(TL: ini adalah pemikiran isagi)

[…… Oi, Yoshinobu]

[……]

Yoshinobu menjadi kaku.

[Tidak mungkin, kau ……]

(Orang ini .... mungkin, ia bahkan tidak mampu memberikan  hal yang baik tentang dirinya ....!?)

Isagi terkejut.

[Yoshinobu-sama .....] - Rimino

Bahkan tatapan Rimino, lambat laun menjadi seperti melihat hal yang menyedihkan.

[Eh, ah, itu, itu saja!]

Saat Yoshinobu berdiri dari tempat duduknya, dengan demikian dia melamar.

[Aku, aku, karena aku suka anime atau manga atau semacamnya.
Umm, ketika aku menjadi Nolep, aku menjadi cukup serius berlatih menggambar gambar lucu lho,
Lo, lolishia-chan versi 2D aku bisa menggambarnya lho .....]

Meskipun wajahnya tertawa, mata di bagian dalam kacamata itu kosong.

Sulit untuk mengetahui di mana mata itu melihat.

Suaranya juga bergetar.

Dia menyedihkan

Sangat tak tertahankan melihatnya.

[tidak apa-apa ..... biarkan dia istirahat, istirahat ...]

Bahu pria itu, Isagi dengan lembut menepuknya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Yuusha Isagi no Maou Hanashi Vol 2 Chapter 4 Bahasa Indonesia"

Post a Comment

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Selesai baca? Jangan lupa komen cuk!
Sekiranya ada yang mau donasi, silahkan via pulsa aja 085697306987