Berserk Of Gluttony (LN) Vol 1 Chapter 2 Bahasa Indonesia

Mode gelap

Volume 1 Chapter 2 - Skill Gluttony yang muncul


Setelah minum anggur sampai aku merasa mabuk, aku memutuskan untuk memeriksa situasi Roxy sebelum kembali ke tempat kumuh yang ku sebut rumah. Karena insiden dengan Rafal dan saudara-saudaranya, aku tidak bisa berhenti mengkhawatirkannya. Tak peduli betapa liciknya Rafal, aku tahu dia bukan tipe orang yang langsung melecehkannya, namun, bayangan senyumnya yang menantang tertanam di benakku. Bahkan jika sesuatu benar-benar terjadi, aku terlalu lemah untuk melindunginya sehingga yang bisa kulakukan hanyalah bertindak sebagai perisai daging.

Di bawah sinar bulan, aku melihat gerbang kastil tempat dia berdiri melakukan tugasnya sebagai penjaga gerbang.

Aku menarik napas panjang dan aku merasa lega, dengan ini aku dapat memiliki kedamaian dalam pikiranku. Sepertinya aku tidak khawatir sama sekali. Kemudian, untuk gadis yang bekerja sangat keras, aku bersorak untuknya dari hatiku, "Roxy-sama, tolong terus lakukan yang terbaik."

Namun, ketika aku baru saja akan pergi ada bayangan memanjat dinding timur kastil yang menarik perhatianku.

Itu adalah titik buta bagi Roxy dan penjaga lainnya yang sedang berpatroli, tapi itu terlihat jelas dari tempatku berdiri. Mereka adalah pencuri. Bagi mereka untuk memanjat dinding pada  larut malam, aku tidak bisa memikirkan siapa pun yang akan melakukan hal seperti itu selain pencuri. Dengan tergesa-gesa, aku bergegas ke tempat Roxy.

"Roxy-sama, ada masalah mendesak!"

"Ada apa? Kau seharusnya sudah kembali ke rumah sekarang ... ”

“Saya sedang berjalan-jalan dan saya melihat orang-orang menyelinap ke kastil. Mereka memanjat dinding timur. ”

"Benarkah?!"

"Tidak salah lagi, saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri."

Tentu saja itu sulit dipercaya mengingat bahwa aku mengatakan ini begitu tiba-tiba, dan aku mulai merasa cemas. Namun, Roxy menatap mataku dan berkata,

"Aku percaya padamu. Aku akan segera ke sana, jadi bisakah kau tetap di sini dan melindungi gerbang untuk sementara waktu? "

"Ya tentu saja."

Roxy memberiku tombak dengan lambang Keluarga Kerajaan.

"Semoga keberuntungan bersama anda, Roxy-sama."

"Tolong serahkan pada ku. Untuk ini, aku percaya pada kekuatan ku sendiri. "

Menarik keluar pedang putih, dia berlari ke arah yang aku katakan padanya. Cepatnya ... Bagaimanapun, dia adalah seorang Ksatria Suci. Dalam sekejap mata, sosoknya menghilang ke dalam kegelapan.

Tak lama, jeritan pria bisa terdengar. Mudah membayangkan Roxy mengalahkan pencuri satu demi satu. Dari jumlah jeritan, aku bisa mengatakan bahwa ada cukup banyak dari mereka. Itu jelas lebih dari dua atau tiga pencuri.

Namun demikian, Roxy adalah seorang Ksatria Suci. Dia tidak akan pernah dikalahkan oleh pencuri itu. Benar saja, keributan itu berhenti dan menjadi sunyi. Tepat ketika aku merasa lega bahwa ini sudah berakhir, seorang lelaki dengan tubuh kuat datang berlari ke arahku dari kegelapan.

Tidak ada keraguan bahwa dia adalah salah satu pencuri yang melarikan diri dari Roxy. Saat dia mendekat, cahaya bulan dengan jelas menerangi penampilannya. Itu ... Aku menarik napas dalam-dalam.

Lengan kanannya hilang, itu benar-benar terpotong. Dengan putus asa mencengkeramnya menggunakan tangan kirinya dalam upaya untuk menghentikan pendarahan, dia berlari ke arahku. Kulitnya pucat, pasti disebabkan oleh anemia yang ekstrem akibat pendarahan hebat.

Aku menyiapkan tombak. Aku tidak bisa membiarkannya melarikan diri. Bahkan jika itu berarti pria itu akan mati, dia adalah pencuri yang perlu ditangani. Terlepas dari kenyataan bahwa aku bertindak sebagai penjaga gerbang di tempat Roxy, melepaskannya pasti akan menyebabkan masalah baginya. Aku harus mengalahkannya tanpa gagal.

Musuh terluka. Bahkan untuk orang tak berdaya seperti ku, aku harus bisa mengalahkannya. Memberanikan diri, aku mengarahkan tombak ke depan dan menusukannya ke pencuri itu dengan kekuatan sebanyak yang bisa aku kumpulkan. Untungnya, tombak menembus jantungnya. Pencuri itu maju dan meraih tombak, tatapannya sangat marah. Dengan pendarahan hebat dari dadanya, dia jatuh ke tanah.

Anggota tubuhnya terus mengejang untuk sementara waktu, sampai semua gerakannya berhenti. Pencuri itu pasti sudah mati.

"Aku berhasil, aku mengalahkan ... Eh ?!"

Pada saat itu, aku merasakan sesuatu mengalir di tubuh ku dan aku mendengar suara robot di pikiran ku.

<Skill Gluttony telah diaktifkan>

<Pembaruan status: HP +120, Strength +150, MP +100, Spirit +100, Agility +130>

<Skill Appraisal, Mind Reading, Concealment, dan One-handed Sword Technique telah ditambahkan>

Pembaruan status? Skill ditambahkan? Suara apa itu? Apa artinya ini? Dan perasaan kenyang yang belum pernah ku alami sebelumnya sejak lahir sampai sekarang, tidak peduli berapa banyak yang aku makan, tidak akan pernah kenyang. Saat ini, perasaan kenyang ini adalah yang terbaik.

Sementara aku masih tenggelam dalam perasaan asing yang membangkitkan semangat ini, Roxy berteriak ketika dia bergegas ke arahku.

"Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau terluka?"

Ketika dia berbicara, dia meraih tangan ku untuk memastikan tidak ada luka.

(Aku khawatir ... Kulitnya tampak pucat ... Ahh, aku khawatir.)

Apa itu? Aku mendengar suara Roxy di dalam benak ku. Meskipun dia tidak berbicara, suaranya entah bagaimana jelas ada di benakku.

"Ada apa?"

"... Tidak, tidak apa-apa. Aku tidak terluka. "

(Benarkah? Syukurlah ... aku benar-benar senang.)

Aku mendengarnya lagi, suara yang merasa lega untuk keselamatan ku. Ini, mungkinkah ini suara dari pikiran Roxy? Ketika tangannya melepaskan tangan ku, aku jadi tidak dapat mendengarnya lagi.

Ini aneh. Mungkin aku berhalusinasi karena tekanan dari pertarungan. Bagaimana pun juga, aku tidak bisa begitu saja menyentuh Ksatria Suci seperti Roxy lagi hanya untuk mengkonfirmasi apakah itu benar-benar terjadi atau tidak.

Sebanyak sepuluh pencuri menyelinap ke kastil, dan Roxy telah mengalahkan mereka semua sendirian. Seperti yang aku pikirkan, para Ksatria Suci memang kuat. Dari itu, aku telah memainkan sedikit peran dalam membunuh satu pencuri. Ini mungkin karena dia mengejar dan melukainya begitu parah, mereka hampir mati.

Karena itu, Roxy harus mengambil semua pujian untuk ini.

"Roxy-sama, tolong ambil semua pujian untuk masalah ini."

"Aku tidak bisa melakukan itu. Kau mengalahkan salah satu dari mereka, bukan? "

Bagi ku, aku punya masalah lain; majikan ku, Rafal. Jika dia mendengar tentang kejadian ini, bahwa aku telah membantu Ksatria Suci lain, dia pasti menjadi sangat marah dan aku tidak tahu apa yang mungkin dia lakukan. Juga, Rafal tidak memikirkan Roxy dengan baik, dan dia bahkan akan menegur ku lebih banyak lagi karena ini.

"Jika Rafal-sama mendengar tentang ini, posisi saya akan dipertaruhkan ..."

"Ah ... itu benar. Aku mengerti. Aku akan menangani kasus ini seperti yang kau sarankan. "

"Terima kasih."

“Aku lah yang seharusnya berterima kasih padamu. Jika kau tidak memberi tahu ku, aku harus bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. "

Bahkan untuk seorang Ksatria Suci yang terbaik, pertarungan untuk meraih kesuksesan sepertinya sangat berat. Untuk seseorang yang rendah seperti ku, aku tidak bisa merasakan kesulitan itu.

"Jadi, tolong izinkan aku mengucapkan terima kasih."

"Tidak, tidak, bagi Ksatria Suci  mengatakan hal semacam itu ..."

Ketika aku menundukkan kepalaku, dia kelihatannya berpikir bahwa aku tidak suka perkataannya dan menggembungkan pipinya, dia cemberut. Karena dia belum pernah membuat ekspresi seperti itu sebelumnya, aku terkejut. Aku merasa seperti menjadi sedikit lebih dekat dengan Roxy.

"Baiklah, mari kita lihat ... Oh benar."

Agak nakal, Roxy bertepuk tangan. Aku tahu aku harus menerima rasa terima kasihnya, namun apa yang dia pikirkan? Detak jantungku bertambah cepat. Dan kemudian, dari mulutnya muncul pertanyaan yang berlebihan,

“Apakah kau ingin bekerja untuk Keluarga Heart? Jika aku memberi tahu ayah ku tentang kejadian ini, dia pasti akan setuju untuk memberi mu pekerjaan. "

"Eh ?! Tapi keahlian saya tidak berguna ... itu diluar kemampuan saya. ”

"Tidak ada hal seperti itu! Baru saja, bukankah kau mengalahkan pencuri itu? "

Itu hanya keberuntungan, karena jika hal seperti ini terjadi lagi, mustahil bagiku untuk melakukannya kembali.

"Bagaimana pun, untuk saya ..."

Kehilangan emosinya karena keragu-raguan ku, dia memberikan pukulan dengan pernyataan terakhir.

“Tidak perlu khawatir tentang Keluarga Brerik. Ataukah, kau ingin bekerja untuk mereka selama sisa hidup mu? "

"Uhh."

Dia telah melihat ku, mengetahui bahwa aku hidup dalam ketakutan akan pelecehan Keluarga Breric. Bahkan dengan itu, dia bilang dia ingin mempekerjakan ku. Aku merasa air mata ku akan jatuh.

Masa depan yang terlalu banyak bekerja sampai mati di bawah Rafal yang memiliki kepribadian terburuk, dibandingkan dengan kehidupan yang indah yang akan ku lakukan untuk Roxy yang cantik. Tidak ada yang perlu ku pertimbangkan. Selain itu, aku adalah penggemar Roxy. Apakah ini mimpi yang menjadi nyata?

"Terima kasih, saya sangat menghargainya, Roxy-sama!"

"Baiklah. Karena hari ini sudah larut malam, jadi silakan datang ke rumah Keluarga Heart besok siang. Aku akan menunggumu."

Merasa cukup senang hingga ingin terbang, aku menundukkan kepalaku ke Roxy berkali-kali sebelum pergi. Ketika cukup jauh sampai gerbang kastil tidak terlihat, aku melompat ke udara dan mengangkat tangan ku dengan penuh kemenangan. Akhirnya, keberuntungan datang padaku. Entah bagaimana, tubuh ku terasa lebih ringan dari biasanya, dan itu adalah hal yang baik. Aku bergegas kembali ke rumah ku yang berantakan untuk mempersiapkan hari esok.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Berserk Of Gluttony (LN) Vol 1 Chapter 2 Bahasa Indonesia"

Post a Comment

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Selesai baca? Jangan lupa komen cuk!
Sekiranya ada yang mau donasi, silahkan via pulsa aja 085697306987