Koko wa Ore ni Makasete Chapter 1 Bahasa Indonesia

Mode gelap

Chapter 1 - Pergilah, Biar aku yang urus mereka!


Usai pertempuran sengit, kami,Party Pahlawan akhirnya mampu mengalahkan Raja Iblis yang perkasa dan mengusirnya kembali ke dimensinya.

Dari tempat itulah Raja Iblis menyerbu, dan di daerah dimensi terjepit ini, kami menyerang balik. (TLN: Jadi tempatnya diantara 2 dimensi, mungkin dimensi Manusia sama Dimensi Iblis)

Kami bisa menghabisi Raja iblis secara total,namun keadaan Raja Iblis sendiri dalam keadaan terluka parah. Dia tidak akan berdaya dalam waktu yang cukup lama.

Tubuh Warrior telah penuh luka. Dengan nafas yang terengah-engah, ia  berkata,

"Akhirnya, Pertarungan panjang ini berakhir."

“Pertarungan ini memakan waktu yang lebih lama dari yang kukira. aku tidak dapat mengunjungi istriku yang melahirkan anakku. "

Ujar Sang Pahlawan.

Sang Pahlawan menikah dengan mantan anggota partynya yang bertindak sebagai Healer.

Party mereka saat ini terdiri dari Eric Sang Pahlawan, Goran Sang Warrior, dan aku. Ruck Sang Sorcerer.

Trio lelaki.

Aku berbalik dan menjawab celetukan Sang Pahlawan,

" Dengan ini, kau bisa menghabiskan sisa waktumu bersama anakmu."

"Kuharap begitu."

Anakku pasti sudah tumbuh besar. Mungkin saja ia sudah lupa dengan wajahku.

Kata Sang Warrior yang mengejek dirinya sendiri.

Baik Sang Pahlawan dan Sang Warrior , mereka telah memiliki istri dan anak. Hanya Aku satu-satunya yang masih jomblo.

"Yah, kita harus kembali sekarang. Aku sudah muak dengan Dimensi terjepit sialan ini. "

Setelah kami berjalan cukup lama. Kami segera menyadari kalau pasukan iblis sedang mengejar kami dari dimensi mereka datang.

Jumlah mereka bukan sekedar lusinan. Tetapi ada ratusan dari mereka yang datang dan mengejar kami.

Menghadapi mereka dalam kondisi kami yang sudah lelah dan penuh luka, akan amat mengancam nyawa kami semua..

"Ternyata jumlah mereka masih banyak ya... "

"Pergilah Biar aku yang urus mereka!!"

Kataku pada Sang Pahlawan yang menengok ke belakang.

"Kau ini ngomong apa? Mana mungkin kami bisa meninggalkanmu sendirian di sini!

"Kau tidak memandang enteng kemampuanku  menghadapi mereka semua kan?"

Ujarku sembari menyungging senyum, aku ingin tampak percaya diri.

"Tapi Ruck"

"Pergilah, anakmu menanti kedatanganmu!"

Mendengar seruanku, Sang Pahlawan dan Sang Pejuang masih meragu. Ekspresi  tidak karuan, mereka berusaha menahan tangis.

Aku tersenyum pada mereka.

"Hei, aku akan segera menyusulmu. Oke?"

"Maafkan aku."

Mereka mulai melarikan diri. Namun sebelum mereka pergi, mereka memberikan beberapa botol minuman ramuan penyembuh yang berharga.

Dengan ini, aku bisa bertarung dalam jangka lama.

Dengan hati-hati aku menyimpannya dalam tasku.

Raja Iblis masih hidup. Jika dia kembali, Dunia butuh kekuatan dari Sang Pahlawan.

Aku tidak bisa membiarkan kawanku (Pahlawan dan warrior) mati disini.

"Baiklah kalau begitu. Para Iblis,jangan pikir aku akan mudah kalian lewati. "

Seruku dengan sombong.

Jumlah mereka amat banyak. Aku harus bertarung dengan pertimbangan kehabisan mana.

Aku langsung menembakkan peluru sihir ke kepala para iblis.

Beberapa iblis bergegas melewatiku untuk mengejar kawan-kawanku, jadi kulemparkan sihir Bind ke kaki mereka kemudian menerbangkan mereka ke udara.

Segalanya berjalan baik pada awalnya. Sepuluh, dua puluh dari mereka mati ditanganku.

Tidak lama kemudian aku kehabisan mana. Kelelahan yang kualami semakin memperburuk performaku. Kesadaranku mulai pudar.

Ditambah lagi kelelahan dan luka yang kuderita dari pertempuran panjang kami dengan Raja Iblis sebelumnya.

GGAAAA

"Kku!"

Lengan iblis menyayat bahuku. Rasa sakit ini menjalar ke seluruh tubuhku.

Kesadaranku seketika menajam. Aku raih lengan iblis itu dan menerbangkannya ke udara.

"Aku belum kalah!"

Berapa lama aku harus bertarung? Namun kesempatan muncul dan keadaan mulai berubah.

GRYAAAGGGGGG

Tangan iblis menyentuh perutku. Dalam sekejap, serangan itu menyedot energi dariku.

"Drain Touch!"

serangan itu adalah sihir yang hanya bisa digunakan oleh iblis tingkat lanjut. Serangan itu adalah sihir yang pertama kali berhasil melukaiku.

Pada umumya, aku tidak ditempatkan di garis depan, sehingga para iblis tidak memiliki kesempatan untuk melukaiku hingga sekarang.

Saat aku diserang Drain Touch, aku langsung memahami prinsip-prinsip sihir itu.

Aku dulunya cukup pandai mempelajari sihir.

Untuk menyembuhkan tubuhku yang terluka, aku membalas serang dengan menggunakan  Drain Touch ke arah iblis.

Setelah cukup waktu, lukaku sembuh dan kekuatanku kembali pulih.

" Maju kalian semua. Dengan kekuatan ini, aku bisa melawan kalian semua meski sampai bertahun-tahun.!”

Aku berusaha menyelesaikan pertarungan ini secepat mungkin.

Mana yang terkandung dalam dimensi terjepit ini amatlah kental dan terkonsentrat. Hal ini membuatmu mudah untuk naik level secara cepat.

Aku bisa merasakan diriku menjadi lebih kuat dengan cepat. Namun pertempuran yang  sedang kujalani tetap tidak menjadi lebih mudah.

Para musuh yang datang juga semakin kuat.

Jika aku merasa kelelahan, aku menggunakan sihir Marionette pada diriku sendiri.

Umumya, kegunaan dari sihir tersebut adalah untuk mengontrol musuh mu.

Namun aku sekarang menggunakannya agar tubuhku bisa terus bertarung bahkan ketika aku tidur.

"Aku tidak tahu sudah berapa lama aku disini..."

Aku merasa seperti telah bertarung dalam waktu yang amat lama. Sudah berapa hari aku terus bertarung?

Mungkin aku telah bertarung selama  berbulan-bulan, aku sama sekali belum makan apa pun, dan aku bahkan bertarung ketika aku sedang tidur.

Pada suatu kesempatan, aku berhasil mencuri pedang sihir dari salah seorang jendral iblis dan bertarung menggunakan pedang tersebut.

Aku menyebut pedang ini Drain Sword.

Setiap kali aku menebas musuh baru dengan pedang tersebut, pedang itu akan menyedot energi kehidupan mereka, dan hal itu amatlah membantu.

Lalu, aku merasakan kehadiran sihir yang kuat dari dimensi lain.

GOOOOOOOAAAAA

Itu adalah Raja Iblis yang muncul dengan raungan yang amat besar.

"Jadi, kau sudah pulih. Itu cepat juga."

Aku yakin seharusnya ia akan membutuhkan satu dekade, atau setidaknya beberapa tahun baginya untuk pulih dari lukanya.

Kemunculannya adalah peristiwa yang tak terduga.

Raja Iblis melemparkan rentetan api yang membara dengan energi sihir yang sangat besar.

Bahkan ketika dihalangi dengan penghalang, aku dapat merasakan panasnya. Rambut ku terbakar.

Tepat ketika serangan rentetan dari iblis Raja Iblis berakhir, aku segera menyerbunya, memperdekat jarak diantara kami.

Dan menebasnya menggunakan Drain Sword.

GYAAAAAAAA

Raja Iblis berteriak. serangan tersebut amatlah efektif daripada yang aku duga.

Aku terus mengaktifkan Drain Touch saat Raja Iblis mulai meragu.

Tapi sekarang Raja Iblis membuat pelindung sihir.

Drain Touch tidak bisa menembusnya pelindung tersebut.

Ketika dirinya sedang merintih kesakitan, Raja Iblis mengayunkan pedang sihirnya. Aku dengan cepat melompat mundur.

Namun, permukaan perutku terkena tebasannya yang membentuk garis lurus.

Kami terus bertarung, aku dengan Drain Sword dan Raja Iblis dengan pedang sihirnya.

Pedang kami terus beradu, dan pertarungan terus berlanjut.

Dan kemudian hal buruk terjadi, Partnerku, Drain Sword hancur.

Pedang jendral iblis tidaklah kuat beradu dengan pedang Raja Iblis.

GRR

Raja Iblis melihat bahwa dirinya mulai unggul. Dia bahkan seperti tertawa sebentar.

Tapi hal ini juga menunjukkan kalau dirinya lengah dalam pertahanannya, sehingga meninggalkan celah.

Dan aku akan memanfaatkan celah itu.

"Pedang? Aku bukan seorang pendekar pedang, aku seorang penyihir! "

Aku melemparkan bola api ke perutnya. Dalam sedetik, Raja Iblis dilalap api.

Lalu aku bergegas maju dan memasukan tanganku dalam lalapan api tersebut.

Drain Touch.

Pelindung sihir yang ia buat telah terkikis seluruh energinya untuk menghentikan kobaran api yang melalap tubuhnya.

Dan kali ini, Drain Touch mengenainya.

Kulitku terbakar.

Tetapi pada saat yang sama, Drain Touch menyedot energi baru dan menyembuhkan ku.

Kulitku terus terbakar dan terus beregenerasi secara berulang-ulang.

Rasa sakit yang luar biasa. Tapi aku tidak peduli itu. Aku terus terbakar dan beregenerasi.

Karena  diri Raja Iblis itu sedang terbakar dan kehilangan sumber energi kehidupannya.

GRAAAA ....

Akhirnya, dia tak lagi bergerak.

Dan berubah menjadi abu, kemudian berubah menjadi mana dan menghilang.

Hancur total.

Setelah membunuh Raja Iblis, aku terus memindai daerah sekitarku, aku tidak akan membiarkan diriku lengah sesaat.

Tetapi tak ada lagi iblis tidak yang muncul lagi.

"Sudah... berakhir?"

Aku bergumam, tetapi tidak ada yang menjawab.

Aku akhirnya berhasil. Aku telah melindungi para Pahlawan dan dunia kami.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Koko wa Ore ni Makasete Chapter 1 Bahasa Indonesia"

Post a Comment

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Selesai baca? Jangan lupa komen cuk!
Sekiranya ada yang mau donasi, silahkan via pulsa aja 085697306987