Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 19 Bahasa Indonesia

Mode gelap

Chapter 19 - Pelatihan Sihir Agung


Keesokan harinya ----

Ketika aku tiba di ruang latihan ke-2 Delzogedo ada orang yang berbeda dari biasanya duduk di kursi di sebelah kananku.

"Selamat pagi," kata Sasha padaku dengan ekspresi alami di wajahnya.

"Apa  sebelumnya kursimu di sini?" (Arnos)

"Aku mengubahnya. Lebih mudah karena kita berada di tim yang sama. bukan?" (Sasha)

Pengubahan itu menghilangkan kesulitan, karena jika tidak ubah kami harus bangun dan berpindah kapan saja kami perlu mendiskusikan sesuatu.

Aku duduk dan memanggil Misha yang ada di sebelah kiriku.

"Yo." (Arnos)

"......Selamat pagi......" Misha menjawab dengan suaranya yang biasa.

"Aku baru ingat. Apa yang terjadi pada orang-orang yang menjadi anggotaku?" (Sasha)

"Apa yang terjadi kah?" (Arnos)

"Karena aku masuk ke timmu, seharusnya ada orang lain yang mencoba bergabung juga."

Itu benar, beberapa orang mencoba bergabung.

"Aku menolaknya." (Arnos)

"Haaa!? Kenapa? Bukankah lebih baik jika memiliki lebih banyak orang?" (Sasha)

Bahkan jika kau bertanya kenapa.

"Tidak ada dari mereka yang memberikan perasaan yang benar." (Arnos)

Sasha tercengang.

"Lagipula tidak seperti itu masalahnya. Aku bisa menang hanya dengan kalian berdua." (Arnos)

Jika aku harus jujur, aku hanya perlu diriku sendiri untuk menang.

"Akan ada tes tim lainnya. Banyak tim yang ditujukan untuk 5 orang dan ketika kau naik kelas itu bisa untuk 7 orang atau lebih." (Sasha)

Aku mengerti. Apa ada aturan seperti itu kah?

Aku tidak bisa menang jika aku tidak bisa berpartisipasi.

"Aku tidak tahu itu." (Arnos)

"Apa yang akan kau lakukan?" (Sasha)

"Nggak apa-apa. Aku masih punya waktu. Aku akan berpikir tentang hal ini." (Arnos)

"Kau benar-benar santai," kata Sasha dengan takjub.

Ketika bel berbunyi, pintu kelas terbuka dan Emilia masuk. Yang mengikuti di belakangnya adalah seorang pria mengenakan yang jubah hitam, mantel dan topi. Yah, Kata-kata itu menyesatkan. Ini lebih dari suatu kerangka.

Jika aku tidak salah, dia adalah salah satu dari 7 bawahanku, tetapi sekarang tampaknya ia adalah seorang undead . Jadi itu adalah Aivis Necron.

Salah satu dari 7 kaisar iblis tua. Mereka tampaknya memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar bahkan di zaman ini. Para siswa yang biasanya berisik terdiam ketika Aivis masuk.

Tidak. Itu tidak benar. Mereka terkena kekuatan sihir yang dipancarkan orang ini. Kekuatannya cukup kuat. Itu menyebabkan mereka secara tidak sadar takut padanya.

Hal yang sama akan terjadi jika aku mengeluarkan sihirku. Atau lebih tepatnya, Iblis di era ini terlalu lemah.

Sekarang, jika aku mengeluarkan kekuatan sihirku, itu akan menyebabkan indera sihir mereka seperti mata iblis mereka menjadi lumpuh untuk sementara dan mereka tidak merasakan apa-apa sama sekali. Mereka tidak akan bisa merasakan sihirku sama sekali.

Baiklah. Jika mereka benar-benar bisa merasakan sihirku, mereka yang memiliki kemampuan anti sihir yang lemah akan mati. Sekarang, mungkin kelumpuhan sementara ini menurut mereka sebenarnya adalah mekanisme pertahanan.

"Seperti yang aku katakan terakhir kali, hari ini kita akan berlatih menggunakan Sihir Agung. Tolong dengarkan baik-baik terhadap Tujuh Iblis Kaisar Aivis Necron saat mantra ini mendekati kedalaman jurang sihir. Terutama-" (Emilia)

Emilia menatapku

"Kau Arnos Voldigod-kun. Tolong jangan bertindak tidak sopan." (Emilia)

Malangnya. Apa kau benar-benar harus memperingatkanku secara tegas?

Apa mereka benar-benar berpikir aku tidak sopan?

"Kau tidak perlu membuang nafas. Aku tahu itu." (Arnos)

"Itu bagus, kalau begitu..." (Emilia)

Yare yare. Apa yang kau khawatirkan?

Aah, ini kesempatan. Haruskah aku menyapanya?

Aku berdiri.

"Yo Aivis, lama tidak bertemu." (Arnos)

"............. !!!!!!?" (Emilia)

Mulut Emilia terbuka seperti ingin copot. Sepertinya itu kejutan yang ekstrim.

"A....A....A......A.......Arnos Voldigod-kun! Ini adalah Aivis-sama tau! Jangan berbicara begitu akrab !!" (Emilia)

Aku bisa mendengar bisikan para siswa.

"...Sial!......Ini buruk! Orang itu......dia pasti akan mati sekarang......."

"Jika Aivis-sama marah, kita akan terjebak di dalamnya."

"Mintalah maaf, orang gagal..."

Aku mengabaikan kebisingan itu dan menggunakan mata iblisku pada Aivis.

Sihir itu akrab, aku yakin itu salah satu bawahanku yang terbuat dari darah bawahanku. Tapi, ada sesuatu yang aneh ....

"Aivis-sama, saya minta maaf! Arnos Voldigod akan segera diusir keluar ........ !!" (Emilia)

"Tidak apa-apa," kata Aivis dengan rendah hati. "Kau bilang sudah lama tidak bertemu?" (Aivis)

Aivis berbalik untuk menatapku.

"Aah, sebenarnya 2000 tahun yang lalu. Apakah kau tidak mengingatku?" (Arnos)

"2000 tahun kah? Begitu ya, itu menjelaskannya." Aivis mengangguk setelah mengerti.

"Sayangnya, aku kehilangan ingatanku dari 2000 tahun yang lalu. Yang bisa aku ingat adalah tuanku Raja Iblis Tyranny." (Aivis)

"Kalau begitu, kau harus mengingatku." (Arnos)

"........Apakah kau berhubungan dengan Sang pendiri?" (Aivis)

Fumu , begitukah.

Dia ingat Raja Iblis Tyranny tetapi tidak ingat siapa aku. Dengan kata lain, dia percaya Raja Iblis Tyranny adalah orang lain selain aku.

Ini mungkin terkait dengan ingatannya yang hilang tetapi tentu saja itu adalah cerita yang aneh. Yang paling tinggi di akademi adalah 7 Kaisar Iblis tua. Bahkan jika Aivis benar-benar kehilangan ingatannya, mustahil bagi mereka ber-7 untuk kehilangan ingatan mereka. Ini bukan hanya kebetulan.

Apakah ingatannya telah dirusak? Atau apa kau pura-pura tidak ingat?

"Tentu saja, aku merasakan nostalgia dari sihirmu." (Aivis)

"Benarkah?" (Arnos)

"Aah. Aku tidak ragu bahwa kita berkenalan 2000 tahun yang lalu." (Aivis)

Dalam hal apa pun, aku tidak dapat memahami apa pun hanya dari percakapan ini.

"Apakah kau butuh sesuatu dariku?" (Aivis)

"Ya, tapi pertama-tama aku akan mencoba membuatmu ingat." (Arnos)

Semua siswa, Emilia, Sasha dan Misha semua memperhatikan ku dengan cemas ketika aku berjalan langsung ke Aivis.

Perlahan-lahan aku meraih wajah kerangkanya yang menyebabkan seluruh kelas panik.

" Wha wha wha wha wha Arnos-kun !!" (Emilia)

"Dia melakukannya... orang itu!!"

Sementara siswa yang berisik berteriak padaku, aku menggambar formasi sihir di telapak tangan ku.

"Ingatlah. Tuanmu. Namaku Arnos Voldigod." (Arnos)

Sihir yang kugunakan adalah [Ingatan <Evui>] . Itu mengingat kenangan yang jauh.

Namun, tidak ada jawaban.

".....Itu tidak berguna. Ingatan tidak lagi ada di kepalaku. Aku tidak dapat mengingatnya karena itu hilang. [Ingatan <Evui>] tidak dapat mengembalikan apa yang hilang." (Aivis)

"Lalu bagaimana dengan ini?" (Arnos)

Aku mengembangkan beberapa formasi sihir dan menggunakan Sihir Origin [Manipulasi Waktu <Lebaido>] dan menumpuknya dengan [Ingatan <Evui>] .

"...hei...apa yang kau lakukan.....? Di kepalaku........suatu gambaran muncul......" (Aivis)

"Jika ingatan dikepala mu benar-benar hilang maka [Manipulasi Waktu <Lebaido>] akan kembali ke masa itu dengan cara yang terbatas. Dalam hal ini 2000 tahun yang lalu, maka [Ingatan <Evui>] akan mengingat memori mu dari sana." (Arnos)

"....Mustahil.....! Untuk kembali ke masa lalu......Apakah ada Sihir Agung untuk melampaui waktu......!?" (Aivis)

"Ini adalah jenis Sihir Origin meskipun kegunaannya cukup terbatas." (Arnos)

Asal usul ingatan Aivis tentang Raja Iblis Arnos dari 2000 tahun yang lalu. Dengan mengikuti alur waktu masa lalu menggunakan <Lebaido> aku dapat membiarkannya terbentuk.

Di kepala Aivis, pengalaman dari 2000 tahun yang lalu harus mengalir seperti lentera berputar.

"...Pasti, aku sudah kembali ke 2000 tahun dalam ingatanku..." (Aivis)

Namun, ingatan itu tidak ada di sana.

Bahkan 2000 tahun yang lalu tidak ada ingatan di kepala Aivis tentang Raja Iblis Arnos Voldigod.

Tentu saja <Evui> hanya dapat menarik memori keluar jika ada di kepala Aivis. Aku hanya bisa membaca permukaannya tetapi namaku harus ada di sana paling tidak ketika aku melihat bahkan nama ku tidak ada.

Apa yang keluar dan muncul berkali-kali adalah nama Raja Iblis Kekejaman Avos Dillheavia.

"Mengapa? Mengapa ingatanku tidak kembali?" (Aivis)

"Ingatanmu sejak 2000 tahun yang lalu telah terhapus dengan bagus dan aku tidak tahu kapan tepatnya." (Arnos)

Sederhananya, masa lalu telah dirusak. Di kepala Aivis, memori Raja Iblis Arnos sudah dilupakan sejak awal.

Ini dilakukan dengan sihir.

Yare yare. Cerita yang tidak menyenangkan.

Aku juga tidak bisa melawannya. Bukan dari 2000 tahun yang lalu.

"Aku mengerti, bagaimanapun, terima kasih Arnos. Ini hasil yang bagus bisa mengetahui sebanyak ini. Itu berarti seseorang memusuhiku." (Aivis)

Apakah kau serius atau pura-pura tidak tahu? Mungkin saja dia merusak masa lalunya sendiri.

Aku tidak tahu apapun itu.

"Jangan pedulikan itu. Mari kita memulai pelatihannya." (Arnos)

Ketika aku kembali ke tempat dudukku, para siswa mulai berbisik lagi.

"Apa itu tadi.......!?"

"Aku tidak tahu! Dia meraih kepala salah satu dari 7 Kaisar Iblis tua dan mendapat ucapan terima kasih!!"

"Kenapa harus terimaka kasih......!!?"

"Mungkin itu rencananya."

"Maksud mu apa?"

"Maksudku, dia mendapat ucapan terima kasih dari 7 Kaisar Iblis tua !!"

"Orang itu........ apakah dia benar-benar orang yang tidak kompeten?"

"...Menakjubkan...aku tidak tahu apa yang terjadi...itu terlalu rumit!!"

Aku menarik kursiku dan duduk. Misha memiringkan tubuhnya dan berbicara kepadaku.

"...... Aku senang kau baik-baik saja......" (Misha)

Dari sisi yang lain, Sasha berkata.

"Aku tidak dapat mempercayaimu." (Sasha)

Yare yare. Begitu banyak kebisingan dari hal-hal paling membosankan seperti biasa.

Namun, Avos Dillheavia.

Aku mengira namaku dirusak atau diubah karena kesalahan selama bertahun-tahun, tetapi hal ini lebih gelap dari itu.

7 Kaisar Iblis tua, Akademi ini dan aku yang dicap sebagai orang yang tidak kompeten.

Semua itu tampaknya direncanakan.

Aku tidak punya bukti tetapi aku tahu itu benar.

Avos Dillheavia. Seseorang yang berusaha menggantikanku.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 19 Bahasa Indonesia"

Post a Comment

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Selesai baca? Jangan lupa komen cuk!
Sekiranya ada yang mau donasi, silahkan via pulsa aja 085697306987