Nidome no Jinsei wo Isekai de Chapter 71 Bahasa Indonesia

Mode gelap
Chapter 71 - Tampaknya tertinggal


Dalam aliran suasana yang sangat santai atau sangat sunyi, Renya menyembunyikan dirinya dalam bayang-bayang batu di dekatnya sambil  mengamati situasi dengan diam-diam mengintip dari bayang-bayang.

Karena Liaris dengan armor yang sedikit mengambang di udara tepat di atas kepalanya, tidak ada artinya jika ia bersembunyi, tetapi untuk beberapa alasan Renya merasa sesuatu tidak akan terjadi jika dia tidak melakukan itu.

Croire menempel di punggung Renya dengan tatapan yang samar.

Di depan penampilan mereka, naga besar berwarna merah dengan susah payah berusaha untuk melepaskan atau mencabut rantai yang mengikatnya.

Meskipun rantai itu tertanam ke tanah, apakah mereka tertanam sangat dalam dan kuat? Sama sekali tidak ada indikasi itu bisa ditarik keluar.

Ketebalan dari bagian utama rantai tidak dapat dipahami dengan jelas dari tempat Renya, tetapi tampaknya rantai itu sangat kuat. Naga itu mengangkat aumannya sambil menarik ke arah lain, namun rantai itu terlalu kuat, tidak peduli seberapa kuat Naga itu menariknya.

Apakah rantai itu terbuat dadi bahan khusus atau diperkuat dengan sihir?

Bagaimanapun, jika rantai itu memiliki kekuatan untuk benar-benar membatasi tindakan monster berukuran 10 meter, mereka kemungkinan bukan benda biasa, Renya menilai, tetapi ia tidak tahu asal usulnya.

Saat ia mengesampingkan pertanyaan itu untuk sementara waktu, ada satu masalah yang harus dipikirkannya dengan mendesak.

Masalahnya adalah mengapa benda aneh itu mengikat leher naga di tempat ini. Apakah naga ini dikurung di sini?

Pertama, tidak ada keraguan bahwa itu tidak mungkin terjadi secara alami.

Karena itulah masalahnya, itu adalah sesuatu yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang, bagaimanakah itu akan terjadi, tetapi dalam kasus itu masalah yang muncul berikutnya adalah niat macam apa yang ada di balik seseorang melakukan hal semacam itu.

Kemungkinan ada makhluk yang memiliki cukup kemampuan untuk dapat menahan gerakan naga dengan mengikat rantai di lehernya.

Namun, jika makhluk yang memiliki kemampuan sekuat ini; jika mereka datang misalnya untuk berburu naga, itu akan menjadi pembicaraan sederhana tentang mereka dengan cepat memburu Naga itu, lalulalumembunuh membunuh mereka dan membawanya pulang. Jika tujuannya adalah untuk menangkapnya, makna dalam menanamkan bagian dari rantai ke tanah tidak dapat dipahami.

Apakah itu untuk menahan naga saat mereka membawa semacam sarana untuk mengangkutnya? Pada saat Renya mulai memikirkan hal itu, Croire meminta perhatiannya dengan sedikit menusuk punggung Renya.

"Ada apa?" (Renya)

"Sesuatu - tergantung di - daerah di sekitar - leher naga itu." (Croire)

Renya, yang menajamkan matanya setelah diberitahu itu, memperhatikan bahwa sesuatu seperti plat nama anjing atau kucing bergoyang di leher naga seperti yang dikatakan Croire.

Tampaknya ada sesuatu yang tertulis di permukaan plat itu, yang memiliki kilau logam, tetapi Renya tidak dapat mengatakan apa yang dilihatnya.

"Ada beberapa tulisan, tapi ... aku tidak bisa membacanya. Kau tidak mengatakan itu benar-benar plat nama, bukan !? Apakah ada orang yang membuat naga menjadi hewan peliharaan mereka? "(Renya)

"Itu terlalu absurd. Di antara - negara manusia - ada juga - negara yang - memiliki pasukan - yang menunggangi naga. Tapi, yang - mereka miliki - kebanyakan adalah Wyvrens. "(Croire)

“Ngomong-ngomong, naga besar dan naga yang lebih kecil adalah sesuatu yang sama sekali berbeda”, Croire menunjukkan pengetahuannya yang luas dengan menjelaskannya.

Naga yang lebih kecil adalah kata yang mengkategorikan monster naga seperti Wyvrens, Naga Batu, drake atau ular laut sambil meninggalkan naga keluar dari sana. Naga * hanya menentukan naga *. (T / N: Pertama kali penulis menggunakan kanji ryuu, kedua kalinya ini adalah versi katakana doragon)

"Sepertinya- ada- para ksatria- yang mengendarai naga- di zaman kuno juga. Tapi saat ini - tidak ada satu pun dari mereka yang tersisa. "(Croire)

"Aku mengerti. Jika itu masalahnya, siapa yang melakukan hal seperti itu? "(Renya)

"Aku tidak tahu. Meski- aku tidak tahu, kata-kata- yang tertulis di plat itu- mungkin ... "(Croire)

"Mungkin?" (Renya)

"Mereka memiliki - perasaan - yang - ditulis - sebagai hadiah." (Croire)

Tanpa sengaja melihat ke belakang, Renya dan Croire saling bertatapan satu sama lain.

Renya mulai mengatakan sesuatu yang bodoh, tetapi dia menahan lidahnya saat melihat Croire, yang balas menatapnya, memiliki ekspresi yang sama sekali tidak setuju dengan kata-katanya sendiri.

"Hadiah dari siapa ke siapa?" (Renya)

"Aku juga ingin tahu?"

Karena respons biasa dari Croire, yang seolah mengatakan "tidak ada cara bagiku untuk mengetahuinya, bukan?", Renya berpikir bahwa itu wajar saja.

“Untuk sementara, Biarkan  Liaris menyerangnya?” (Renya)

"Aku ... akhirnya dikerahkan untuk melawan naga." (Liaris)

Liaris berkata dengan pelan dan suaranya yang diisi sepenuhnya dengan perasaan pasrah.

"Pada saat-saat terakhirku ... Aku belum menjawab Az-kun dengan benar ..." (Liaris) (TLN: Nembak ? Mungkin)

"Oi, mengapa kau mengatakan kalimat deathflag? Kau tidak akan kehilangan martabat mu untuk bertemu dengan Az jika kau mati kan? "(Renya)

Dia tidak bergerak bahkan sedikit saja, sebenarnya karena dia tidak bisa bergerak bebas karena berat armornya, tetapi karena gumaman Liaris  keluar dari dalam baju besi itu, Renya menghantam armornya dengan telapak tangannya sambil menunjukkan ekspresi seolah-olah untuk mengatakan bahwa itu akan disesalkan.

Karena dia menghantambya tepat di armor yang telah dinodai oleh darah, Darah itu menempel di telapak tangannya, lalu Renya menyeka darah itu di permukaan batu tempat mereka bersembunyi.

“Sudah kubilang bahwa aku menyelesaikan eksperimen dengan hasil yang memuaskan, bukan? Bahkan jika kau menabrak batu dengan kecepatan tinggi, kau tidak perlu khawatir menerima kerusakan pada tingkat yang menyakitkan jika kau tetap sadar. "(Renya)

"Az-kun ... aku, kotor ..." (Liaris)

"Jangan berkata memalukan seperti itu. Kotor?; karena darah, bukan? "(Renya)

Pada saat Renya memikirkan metode penyerangan itu, dia mempertimbangkan untuk membuat armor itu sepenuhnya terbungkus.

Kalau tidak, darah dan hal lainnya akan masuk melalui celah pada saat armor itu menabrak monster. Dia dengan mudah memperkirakan itu akan menjadi situasi yang menyedihkan bagi orang yang memakainya.

Tapi, dia langsung menyerah soal itu.

Jika tertutup rapat, orang di dalamnya tentu saja akan mati lemas.

Sebaliknya, untuk menghilangkan kemungkinan mati lemas, aku harus membuat celah di seluruh, ujarnya.

Ada kemungkinan darah dan daging yang tersumbat menyumbat celah itu.

Dan dengan demikian Renya membuat lubang kecil  di seluruh armor dan meningkatkan kemampuan bernafas.

Berkat itu, sama sekali tidak ada kesempatan untuk mati lemas, tetapi sebaliknya darah atau apaoun dengan bebas masuk ke dalam armor.

"Aku ingin mencuci tubuhku ... armor ini lengket dan bau darah ..." (Liaris)

"Tahanlah untuk saat ini karena aku akan mempersiapkan mandi air panas nanti." (Renya)

"Riokay ..." (Liaris)

Renya, yang berbalik ke arah naga ketika dia memutuskan bahwa Liaris yang menyerangnya, yang tampaknya telan menguatkan tekadnya, menyerangnya, memiliki ekspresi terperangah setelah berhenti melemparkan Liaris pada tontonan yang telah terjadi di sana.

Croire, yang sudah berbalik ke arah sana, masih memiliki pandangan kosong.

Di sana, naga itu menyerah melepaskan rantai itu, tetapi Renya melihat pemandangan yang melebihi imajinasinya ketika naga itu meringkuk sambil menutupi kepalanya sendiri dengan kaki depannya setelah mengambil posisi untuk berbaring.

Tampaknya dia merasakan Renya bergerak untuk menyerang, tetapi ia menutup matanya dan tubuh yang sedikit gemetar, sosoknya terlihat agak menyedihkan dan konyol tidak peduli berapa besar ia memiliki tubuh itu.

Seperti yang diharapkan, bahkan Renya tidak dapat dengan kejam memberikan serangan dengan adegan di depannya.

"Oi, naga di sana." (Renya)

Dia tidak tahu seberapa jauh kemampuan bahasa dunia lain, yang dia miliki, pasti akan berhasil, tetapi Renya mencoba memanggil naga itu sambil berdoa dalam hati bahwa dia akan dapat berkomunikasi dengannya.

Naga itu, yang dipanggil oleh Renya, hanya membuka satu matanya dan melihat ke arah Renya untuk mengamati situasi.

Renya menduga bahwa tampaknya naga itu dapat memahaminya.

"Jika kau tidak memiliki niat untuk menyerang kami, jawab atau berikan kode dengan menghatamkan ekormu ke tanah sekali." (Renya)

Naga lemah menghantam tanah dengan ekornya dengan *buuuk*

Melihat itu, Renya keluar dari balik batu, dia bersembunyi, sambil bersiap menggunakan sihir pertahanan kapan saja.

Di belakangnya  ada Liaris dengan armor yang perlahan turun ke tanah.

"Bahasa umum- dipahami oleh naga." (Croire)

Karena kata-kata terkejut dari Croire, Renya mengerti bahwa tampaknya tidak ada bahasa untuk berkomunikasi dengan naga.

Jika ada, skill bahasa Renya harus menerjemahkan kata-katanya dengan menggunakan bahasa itu.

“Croire, bisakah kau melepaskan armor Liaris karena aku akan sedikit berbicara dengan naga itu?” (Renya)

"Oke. ... Jika aku tidak membersihkan bagian luarnya sebelum melepasnya, aku tidak akan tahu di mana itu boleh disentuh, ini ... "(Croire)

Dia mengeluarkan tong berisi air dan kain dari dalam inventarisnya dan menyerahkannya kepada Croire yang ragu-ragu untuk menyentuh armor di depannya yang telah menjadi lengket dengan darah beku dan potongan-potongan daging. Dan kemudian Renya mendekati naga itu sendirian.

Renya berjalan sambil merasa tegang karena dia tidak bisa mengatakan kapan naga itu tiba-tiba akan bergerak, tetapi tanpa mengubah dari posisi berbaringnya, naga itu melihat Renya bergerak dengan satu mata terbuka.

Tak lama kemudian Renya mendekati naga itu hingga ke  dia bisa menyentuh tubuhnya dan dengan lembut meletakkan telapak tangannya di tubuhnya.

Pada saat telapak tangan Renya menyentuh tubuhnya, naga itu gemetar karena kaget, tetapi begitu mengerti bahwa Renya tidak akan melakukan apa pun selain menyentuhnya, ia mengembalikan sedikit demi sedikit ke keadaan normalnya.

Renya menyadari bahwa itu sedikit menakutkan, tetapi dia tidak tahu apa yang membuatnya ketakutan.

Untuk saat ini ia mencoba membelai tubuh naga dengan lembut dengan telapak tangannya.

“Pertimbangannya memang sulit. Ini bahan yang bagus. Tidak ada yang perlu dikritik tentang kelembutannya. Bukankah Naga itu memiliki daging berdasarkan sisik-sisik yang memantul kembali setelah ditekan dengan ringan. ”(Renya)

"Karena tubuhnya cukup besar, dagingnya tentu merah cerah" gumam Renya.

Mendengar gumamannya, naga itu bergetar. Dari semua hal, matanya mulai meneteskan air mata.

Renya, yang memeriksa daging naga dengan ibu jari kedua tangannya seperti pedagang menilai kualitas daging sapi potong, terkejut setelah melihat naga itu tiba-tiba menangis, tetapi langsung ingat bahwa naga ini mengerti kata-kata manusia , dia segera meneruskan gumamannya.

"Yah, itu tidak seperti aku memutuskan untuk memakanmu ..." (Renya)

<Bukan tentang pilihan itu juga ada!?>

Karena suara yang dia dengar tiba-tiba, Croire, yang berjuang dengan terjepit armor Liaris, melihat ke arah Renya dengan ekspresi terkejut.

"Komunikasi telepati?" (Croire)

<Ah, ya. Maaf karena tiba-tiba mengejutkan mu dengan menyapa mu.>

"Akan lebih baik jika kita saling memahami, namun ... mengapa kau terikat oleh rantai di tempat seperti ini? Selain itu, bahkan ada plat nama yang tergantung ... apakah pemilik mu ingin memakan mu? "(Renya)

<Itu berbeda! Faktanya ...>

Naga itu, yang langsung menyangkalnya, mulai menjelaskan tentang situasi yang terjadi.

<Sekitar 10 naga menghuni lingkungan ini, tetapi karena mereka telah merasakan kalian mendekati sebelum kalian tiba di sini, mereka tidak berpikir apa-apa selain orang bodoh yang menggila atau ini menjadi pemburuan naga.>

"Aku mengerti" (Renya)

<Pada saat lalat* itu, yang tidak memiliki akal sehat dan alasan, pergi untuk menyerang beberapa hewan kecil, sesuatu yang mengerikan terjadi, bukan?>

Ditanya, Renya memiringkan kepalanya dalam perenungan.

Lalat mungkin adalah wyvrens seperti yang terlihat oleh naga, tapi aku tidak tahu tentang hal keterlaluan yang dibicarakannya.

<Seharusnya itu dilakukan oleh sesuatu yang gila. Mana yang ku rasakan pada waktu itu adalah jumlah mana yang tidak terpikirkan.>

"Oh? Mungkin ini tentang melempar armor, yang berguling-guling di sana, dengan mantra <Manipulasi>? "(Renya)

Begitu menunjuk ke gumpalan logam yang jepitnya mulai terlepas, entah bagaimana ketika Croire berjuang keras, naga itu mengangkat kepalanya sedikit setelah memisahkan kakinya dari kepala yang mereka tutupi dan menatap Renya dengan seksama.

<Apa yang sudah kau lakukan?>

"Pemusnahan Wyvren." (Renya)

Mendengar itu, naga itu dengan teliti meletakkan dagunya di tanah dan menutupi kepalanya dengan kedua kaki depannya lagi karena takut.

<P-Pokoknya. Karena jumlah mana yang mereka rasakan pada saat itu, memahami bahwa sesuatu yang benar-benar mengerikan sedang mendekat ...>

“Mereka memutuskan untuk melarikan diri, tetapi karena mereka berpikir bahwa aku akan bisa mengejar mereka jika mereka melarikan diri, mereka memutuskan untuk meninggalkan satu naga lalu memotong ekornya? Apakah kau mungkin naga terlemah di sekitar sini? "(Renya)

Setelah Renya mengatakan itu untuk melanjutkan pembicaraan, naga itu menunjukkan ekspresi yang agak menyedihkan.

<Seperti yang kau katakan ... keadaan ini karena aku dikekang oleh naga lainnya.>

"Jadi mereka bahkan memasang kerah yang terhubung ke rantai dan plat nama ...? Bukankah dari kalian cukup banyak monster yang kuat? ”(Renya)

Memang, seharusnya mustahil untuk melepaskannya, Renya melihat rantai yang terhubung ke leher naga.

Karena itu adalah rantai yang digunakan oleh naga untuk menahan naga, tidak mungkin untuk melepaskannya dengan kekuatan naga.

<Bukan itu masalahnya ... manusia hanya mengatakan itu atas kemauannya sendiri.>

Jika itu adalah naga tipe unggul atau ancient, ia pasti akan membanggakan kekuatan pada tingkat yang memungkinkannya untuk menamakannya yang terkuat, tetapi naga ini menyebut dirinya naga normal. Dari sudut pandang manusia itu pasti monster yang kuat, namun jika bertarung dengan iblis dengan kedudukan diatasnya, orang bisa mengatakan itu pada tingkat yang bisa dibunuh dengan mudah.

<Tolong, ampuni saja hidupku ... jika selain itu, aku akan bertahan sampai tingkat yang cukup ... karena aku belum hidup selama lebih dari 300 tahun ... Aku berada di tempat yang tepat di mana aku ingin bergaul dengan perempuan yang lucu.>

Sambil merasakan keraguan yang terjadi dengan kejujurannya, aku bertanya-tanya? dan apa dia  laki-laki? , Renya memukul kulit naga yang ditutupi oleh sisik dengan *BUKK* sambil berpikir dengan tenang, apa yang harus dilakukan tentang ini?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Nidome no Jinsei wo Isekai de Chapter 71 Bahasa Indonesia"

Post a Comment

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Selesai baca? Jangan lupa komen cuk!
Sekiranya ada yang mau donasi, silahkan via pulsa aja 085697306987